Filter digital adalah suatu prosedure matematika atau algoritma yang mengolah sinyal masukan digital dan menghasilkan isyarat keluaran digital yang memiliki sifat tertentu sesuai dengan tujuan filter.
Filter digital dapat dibagi menjadi dua yaitu Filter Digital IIR (infinite impulse response) dan FIR (finite impulse response). Pembagian ini berdasarkan pada tanggapan impuls filter tersebut. FIR memiliki tanggapan impuls yang panjangnya terbatas, sedangkan IIR tidak terbatas. FIR sering juga disebut sebagai filter non rekursif dan IIR sebagai filter rekursif.
FIR tidak memilik pole, maka kestabilan dapat dijamin sedangkan IIR memiliki pole-pole sehingga lebih tidak stabil. Pada filter digital orde tinggi, kesalahan akibat pembulatan koefisien filter dapat mengakibatkan ketidakstabilan. Ada beberapa metode untuk merancangan tapis digital FIR.
Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode penjendelaan. Dalam metode penjendelaan itu sendiri ada beberapa teknik yang tergantung pada jenis jendela yang digunakan. Unjuk kerja metode penjendelaan sangat tergantung pada type jendela yang digunakan. Ini adalah suatu yang sangat menarik untuk meneliti pengaruh masing-masing jendela terhadap unjuk kerja tapis serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing jendela relatif terhadap jendela lainnya. Salah satu metode penjendelaan yang sering digunakan adalah penjendelaan blackman.
Ide dasar dalam perancangan jendela adalah memilih tapis terpilih frekuensi ideal yang tepat dan lalu memotong tanggapan impulsnya untuk mendapatkan tapis FIR yang kausal dan fase-linier. Oleh karena itu, penekanan pada metode ini adalah pada pemilihan sebuah fungsi penjendelaan yang tepat dan sebuah tapis ideal yang tepat.
Langkah-langkah penentuan koefisien filter, h(n), dengan metode penjendelaan adalah sbb:
1. Tentukan spesifikasi filter yang diinginkan (lebar transisi, passband ripple, dan stopband
attenuation) dan tentukan juga tanggapan frekuensi dari filter idealnya, Hd(w).
2. Dengan invers transformasi Laplace, carilah tanggapan impuls, hd(n), dari filter ideal di atas.
3. Pilihlah suatu fungsi penjendelaan, w(n), yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
Dalam penelitian kali ini akan digunakan jendela blakman.
4. Tentukan koefisien filter yang sesungguhnya, h(n), yang diperoleh dengan cara mengalikan
hd(n) dengan w(n). Semua langkah-langkah perancangan di atas dapat dikerjakan dengan lebih mudah bila menggunakan software bantu perancangan filter. Salah satu software perancangan filter adalah FDATool (singkatan dari Filter Design and Analysis Tool) yang terdapat di
Toolbox Signal Processing MATLAB. Setelah tahap perancangan selesai dan hasil simulasi sudah memuaskan, maka koefisien–koefisien tapis digital yang sudah diperoleh kemudian diimplementasikan ke dalam DSP TMS320C6711.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment